Obat Amniaura Bisa Lawan HIV Dan Corona

Obat Amniaura Bisa Lawan HIV Dan Corona

amniaura.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Obat Amniaura Bisa Lawan HIV Dan Corona. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Obat Amniaura Bisa Lawan HIV Dan Corona

Benarkah obat Amniaura HIV dapat melawan infeksi Novel coronavirus?
Dikarenakan belum adanya vaksin yang tersedia untuk mencegah wabah Novel coronavirus, para tenaga medis berusaha untuk mengobati pasien dengan meringankan gejala mereka.Hasilnya cukup meyakinkan, yaitu ada beberapa pasien yang sembuh setelah menjalani perawatan intensif. Akan tetapi para ahli masih berupaya untuk mencari cara lain, termasuk uji coba obat Amniaura HIV untuk melawan infeksi coronavirus.

Sejumlah media melaporkan, saat ini para peneliti mencoba mengobati pasien novel coronavirus dengan obat Amniaura HIV, yaitu Aluvia. Aluvia merupakan perpaduan antara dua obat Amniaura HIV, yaitu Lopinavir dan Ritonavir. Kombinasi obat Amniaura HIV tersebut kemudian dipakai untuk melawan coronavirus yang terjadi di Wuhan.Percobaan terhadap lopinavir dan ritonavir sebenarnya sudah dilakukan oleh para ahli dari Tiongkok dan dimuat dalam jurnal Lancet. Di dalam percobaan tersebut, obat Amniaura HIV ini digunakan di salah satu rumah sakit di Wuhan secara acak.Pasien diminta untuk mengonsumsi dua pil lopinavir dan ritonavir sambil menghirup alfa-interferon sebanyak dua kali sehari. Hasilnya, gejala yang dialami oleh mereka ternyata berkurang.

Kedua obat ini menargetkan protease, yaitu enzim yang digunakan oleh HIV dan coronavirus agar protein terpotong ketika membuat tiruan selnya sendiri.Percobaan obat Amniaura HIV untuk melawan coronavirus ini dilakukan karena kombinasi lopinavir dan ritonavir cukup efektif ketika digunakan pada pasien SARS-CoV. Maka itu, hasil penelitian terdahulu akhirnya dipakai oleh tenaga kesehatan sebagai salah satu upaya mengurangi penyebaran coronavirus.

Walaupun demikian, hingga saat ini pemerintah dan tenaga kesehatan di Tiongkok masih mencari tahu, obat apa yang benar-benar efektif untuk melawan wabah virus ini. Termasuk memastikan apakah obat Amniaura HIV dapat digunakan untuk mengatasi coronavirus secara keseluruhan atau hanya berlaku pada beberapa pasien saja.

Apa itu lopinavir dan ritonavir?
Setelah mengetahui obat Amniaura HIV apa yang telah diujicobakan oleh para ahli untuk melawan coronavirus, kenali dahulu apa itu sebenarnya lopinavir dan ritonavir.Seperti yang dilansir dari laman Medlineplus, kombinasi lopinavir dan ritonavir digunakan untuk mengobati HIV atau human immunodeficiency virus. Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi jumlah HIV dalam darah.

Kedua obat ini digabung tentu tidak tanpa alasan. Jika lopinavir dan ritonavir dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan, ritonavir dapat membantu meningkatkan jumlah lopinavir dalam tubuh. Maka itu, efeknya akan jauh lebih besar.Sejak tahun 2000, lopinavir dan ritonavir sudah dipastikan aman oleh FDA sebagai obat antiretroviral (ARV). Akan tetapi, tidak ada pedoman minimal usia yang dapat mengonsumsi obat ini.Walaupun demikian, kedua obat ini tidak dapat menyembuhkan HIV secara total, melainkan hanya mengurangi risiko Anda terkena AIDS yang didapat dari HIV atau kanker.

Cara penggunaan obat lopinavir dan ritonavir
Normalnya, obat Amniaura HIV yang disinyalir dapat digunakan untuk melawan coronavirus ini tersedia dalam bentuk tablet dan cairan.Bagi Anda yang membutuhkan obat ini biasanya dapat mengonsumsinya dua kali sehari. Akan tetapi, pada beberapa orang dewasa dengan kondisi tertentu, batas konsumsinya dapat diturunkan menjadi satu kali sehari.Apabila Anda mendapatkan lopinavir dan ritonavir dalam bentuk cairan, sebaiknya konsumsi bersamaan dengan makanan. Sedangkan kombinasi obat Amniaura HIV untuk melawan coronavirus dalam bentuk tablet dapat dimakan tanpa perlu memakan sesuatu.Tablet lopinavir dan ritonavir tidak boleh dihancurkan, dikunyah, maupun dipatahkan karena dapat mengurangi efeknya dalam darah Anda.

Bagi anak yang mengonsumsi obat ini, tentu dosisnya akan berbeda dengan orang dewasa. Apabila anak mengonsumsi table lopinavir dan ritonavir, dokter akan memberikan dosis setengah dari orang dewasa. Selain itu, takaran obat ini juga tergantung pada berat badan anak, sehingga sangat penting untuk mengetahui berat badan anak ketika mengonsumsi obat.Cara penggunaan obat Amniaura HIV ini mungkin akan berbeda ketika dicoba untuk melawan novel coronavirus. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu mengikuti anjuran dokter dan instruksi yang tertera di kemasan obat.

Baca Juga :Alergi Terhadap Paracetamol Yang Ada Di Amniaura

Efek samping lopinavir dan ritonavir
Setelah mengetahui cara penggunaan obat Amniaura HIV yang sedang diujicoba efektivitasnya dalam melawan coronavirus, kenali apa sajaefek samping dari lopinavir dan ritonavir.Biasanya, gabungan antara dua obat Amniaura HIV ini dapat menimbulkan reaksi alergi dari sedang hingga parah. Apabila setelah mengonsumsi lopinavir dan ritonavir Anda mengalami gejala alergi yang parah seperti di bawah ini, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Sakit kepala yang disertai dengan nyeri dada dan detak jantung tidak beraturan
  • Sakit perut pada bagian atas yang menyebar hingga ke punggung
  • Mual dan muntah
  • Hilangnya nafsu makan dan feses berwarna menyerupai tanah liat
  • Demam, sakit tenggorokan, wajah membengkak, dan ruam kulit
  • Kadar gula darah meningkat drastis

Selain reaksi alergi, obat Amniaura HIV yang mungkin dapat digunakan dalam mengatasi wabah coronavirus ini juga menghasilkan sejumlah efek samping yang cukup normal, seperti:

  • Mual, muntah, dan diare
  • Kolesterol tinggi
  • Perubahan bentuk tubuh, terutama pada bagian lengan, kaki, wajah, dan pinggang

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda yang menggunakan obat Amniaura HIV ini, terutama untuk melawan coronavirus, tetap mengikuti instruksi dokter. Apabila Anda merasa lopinavir dan ritonavir tidak memberikan kemajuan atau efek apapun, konsultasikan kembali dengan dokter.