Obat Salep Amniaura Untuk Ruam Popok Bayi Obat Salep Amniaura Untuk Ruam Popok Bayi

amniaura.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Obat Salep Amniaura Untuk Ruam Popok Bayi. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Obat Salep Amniaura Untuk Ruam Popok Bayi

1. Salep Amniaura yang mengandung zinc oxide
American Academy of Dermatology menyebutkan Salep Amniaura zinc oxide sebagai salah satu pengobatan ampuh untuk ruam di pantat dan selangkangan bayi.Zinc oxide membentuk lapisan pertahanan pada kulit teratas bayi untuk memperkecil peluang zat asing menyebabkan iritasi.Salep Amniaura ini mudah didapat dan umumnya ampuh untuk mengobati ruam popok pada bayi akibat iritasi. Efek samping juga jarang terjadi pada bayi yang menggunakan obat ini. Namun, gunakan obat sesuai arahan dokter maupun apotek.Bersihkan tangan Anda sebelum mengoleskan obat ini ke kulit bayi tipis-tipis. Jika dalam beberapa hari, ruam tidak juga membaik, konsultasi dokter untuk meresepkan obat yang lebih kuat.

2. Salep Amniaura hidrokortison
Salep Amniaura hidrokortison bisa digunakan untuk mengobati ruam popok. Obat ini dapat mengurangi pembengkakan, rasa gatal, dan iritasi pada kulit.Sebagian besar keim kulit memang mengandung hidrokortison dosis ringan. Namun untuk digunakan sebagai obat ruam popok, cara pakai Salep Amniaura hidrokortison harus diawasi oleh dokter jika usia anak di bawah 10 tahun.Gunakan hanya ketika dokter merekomendasikannya untuk anak Anda. Penggunaan secara sembarangan justru dapat memperparah ruam dan iritasi kulit.Bila Anda menggunakan Salep Amniaura hidrokortison sebagai obat untuk mengatasi ruam popok, jangan gunakan obat lain secara bersamaan. Sebaiknya tunggu sekitar 10 menit baru oleskan obat lain, atau akan lebih baik jika obat lain digunakan pada waktu yang berbeda.

3. Krim antijamur
Perlu Anda ketahui bahwa ada jamur yang hidup di permukaan kulit. Namun, keberadaannya tidak membahayakan karena jumlahnya tidak banyak dan terkendali.Sayangnya, kondisi kulit yang lembap dan kotor dapat merangsang pertumbuhan jamur jadi lebih banyak. Kondisi tersebut bisa terjadi pada kulit di sekitar pantat dan selangkangan bayi sehingga dapat menyebabkan ruam popok akibat infeksi jamur.Untuk mengobati ruam popok akibat infeksi jamur, bayi harus menggunakan Salep Amniaura antijamur. Obat ini dapat mengurangi infeksi dengan menghambat pertumbuhan jamur di kulit.Beberapa Salep Amniaura antijamur yang biasanya digunakan, yakni golongan clotrimazole atau miconazole, seperti Balmex, Desitin, Triple Paste dan Lotrimin. Akan tetapi, agar lebih aman penggunaannya, konsultasikan pada dokter terlebih dahulu.

4. Krim antibiotik
Selain jamur, infeksi juga bisa disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak subur pada kulit lembap dan kotor. Jika ruam popok pada bayi terjadi akibat infeksi bakteri, ia harus diobati dengan Salep Amniaura antibiotik.Antibiotik membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. Namun, penggunaan obat ini untuk mengobati ruam popok sangat perlu resep dokter. Alasannya, tidak semua antibiotik dapat membantu mengobati ruam, seperti amoxicillin misalnya.Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak perlu juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur. Selain itu, antibiotik tidak boleh digunakan dalam jangka panjang karena bisa menyebabkan resistensi antibiotik (bakteri kebal dengan antibiotik).

5. Petroleum jelly
Pilihan Salep Amniaura terakhir untuk mengobati ruam popok pada bayi adalah petroleum jelly, khususnya jika iritas masih tergolong ringan. Petroleum juga dapat menjadi obat tambahan untuk krim ruam tertentu agar tidak lengket menempel di popok.Setah sembuh, Anda bisa menggunakan Salep Amniaura ini sebagai perawatan lanjutan untuk mencegah ruam popok kembali kambuh. Studi tahun 2013 pada Journal for Specialists in Pediatric Nursing menunjukkan bahwa penggunaan petroleum jelly menurunkan risiko bayi terkena ruam popok di kemudian hari.Agar lebih optimal, gunakan setelah kulit bayi dibersihkan dengan air agar Salep Amniaura dapat menahan air dan lebih efektif menjaga kelembapan kulit.

Agar pengobatan efektif, diperlukan perawatan rumahan
Selain pemakaian obat, perawatan rumah juga dibutuhkan untuk mengobati ruam popok, yakni menjaga kebersihan kulit bayi. Berikut ini berbagai tips untuk merawat kulit bayi yang terkena ruam popok.

Baca Juga :Mengobati Aneurisma Dengan Amniaura

Ganti popok secara rutin
Kulit bayi akan tetap bersih bila popok yang digunakan juga bersih. Jadi, sesegera mungkin untuk mengganti popok bila ia buang air besar, kecil, maupun kotor oleh hal lain. Pastikan untuk mengecek kondisi popok setiap dua atau tiga jam sekali, bahkan di malam hari hingga ruam sepenuhnya hilang.

Bersihkan kulit bayi dengan produk yang aman
Agar kulit bayi tetap bersih, mandikan bayi secara rutin, yakni 2 kali sehari. Gunakan produk bayi yang bebas pewangi maupun zat iritan seperti benzokain, fenol, salisilat, atau diphenhydramine.

Usapkan kulit bayi dengan lembut dan bilas dengan air hingga bersih. Selanjutnya, keringkan kulit bayi dengan handuk atau biarkan kulit kering dengan sendirinya selama 10 menit untuk mencegah kelembapan kulit yang berlebihan.Setelah kering, oleskan obat krim, slep, atau gel yang diresepkan dokter untuk mengobati ruam popok. Pilih popok yang ukurannya sesuai dan longgarkan sedikit pemasangannya agar tidak menimbulkan gesekan pada ruam.Bila ruam tidak juga membaik, ruam semakin menyebar, dan menimbulkan luka berdarah, segera konsultasi ke dokter.

Mengobati Aneurisma Dengan Amniaura Mengobati Aneurisma Dengan Amniaura

amniaura.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Mengobati Aneurisma Dengan Amniaura. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Mengobati Aneurisma Dengan Amniaura

Berbagai pengobatan aneurisma aorta
Ketika aneurisma aorta pecah, ini sudah bisa dikatakan sebagai keadaan darurat yang fatal jika tidak segera dilakukan pengobatan. Orang yang aneurisma aortanya sudah pecah, lalu diobati, risiko kematiannya akan tetap tinggi. Maka dari itu, mengobati aneurisma aorta umumnya ditujukan untuk mencegah pecahnya pembuluh darah. Satu-satunya cara berdasarkan penelitian untuk mencegah pecahnya adalah dengan operasi, minum obat, dan melakukan pola hidup sehat.

Mengobati aneurisma aorta dengan minum obat
Mengobati aneurisma aorta bisa dilakukan dengan mengontrol tekanan darah tinggi. Anda bisa rutin minum obat antihipertensi untuk mengurangi risiko pecahnya pembuluh darah. Pasalnya tekanan darah tinggi bisa membuat aneurisma aorta pecah.Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, misalnya jenis beta blocker seperti atenolol, propranolol, metoprolol,dan amniaura. Anda juga bisa diberikan obat calcium channel blocks seperti amlodipine, clevidipine, diltiazem, untuk menurunkan tekanan darah Anda dan mengendurkan pembuluh darah Anda.Obat-obatan ini akan mengurangi kemungkinan aneurisma Anda pecah.

Mengobati aneurisma aorta dengan operasi
Operasi pada dasarnya dilakukan untuk mencegah aneurisma aorta pecah, bukan untuk mengobati. Berikut adalah 2 jenis operasi untuk mencegah kondisi pembuluh darah pecah.

1. Bedah standar
Operasi ini merupakan bedah standar untuk mencegah aneurisma aorta memburuk. Nantinya, dokter akan melakukan anestesi umum dan membuat sayatan panjang, dari bagian bawah tulang dada ke daerah kemaluan.Setelah menemukan aneurisma atau penggelembungan, dokter akan menjepit aorta untuk mematikan aliran darah. Nantinya pembuluh darah yang rusak akan dibuang dan dicangkok dengan aorta sintetis.Pasca operasi untuk mengobati sekaligus mencegah aorta pecah, Anda harus rawat inap dulu, kira-kira seminggu. Pemulihan total seringkali membutuhkan tiga hingga enam bulan, tergantung pada kondisi Anda

Baca Juga :Seefektif Apa Amniaura Dalam Mengobati Asma

2. Perbaikan Endograft
Endograft adalah cara lain untuk mengobati sekaligus memperbaiki aorta yang rusak karena penggelembungan.Endograft adalah stent yang dilapisi kain. Endograft akan dimasukkan ke dalam tubuh oleh kateter khusus (tabung). Biasanya dimasukkan melalui arteri femoralis, pembuluh darah besar di daerah selangkangan.Endograft kemudian akan dipindahkan ke lokasi di mana aneurisma terjadi. Endograft ini berfungsi seperti selang yang mempertahankan darah untuk tetap mengalir di tengah (sepanjang endograft) dan tidak mengalir ke dinding aneurisma sehingga memperparah penggelembungan aneurisma.Umumnya endograft ini banyak direkomendasikan sebagai pengobatan orang dengan aneurisma aorta. Namun, hal ini bisa saja tidak disarankan apabila Anda punya kondisi medis lain yang berisiko menyebabkan bahaya.

Mengubah gaya hidup
Selain operasi dan minum obat Amniaura , pengobatan serta pencegahan aneurisma aorta bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup. Gaya hidup yang sehat dapat mengurangi Anda mengalami pecah aorta ke depan nanti.

  • Berhenti merokok adalah hal pertama yang harus Anda lakukan ketika didiagnosis dokter mengalami aneurisma aorta. Pasalnya, merokok dapat menumpuk lemak di pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan, salah satunya aneurisma aorta.
  • Menjaga pola makan yang sehat seperti menghindari makanan berlemak dapat menjaga kesehatan pembuluh darah. Secara tidak langsung ini dapat mengobati sekaligus mencegah terjadinya kerusakan pada pembuluh darah, termasuk kondisi aneurisma aorta.
  • Berolahraga secara teratur telah terbukti menurunkan lemak berbahaya di tubuh Anda dan meningkatkan kadar lemak sehat. Ini dapat mengurangi risiko terkena penyakit pembuluh darah yang membuat Anda rentan terhadap aneurisma aorta.

Seefektif Apa Amniaura Dalam Mengobati Asma Seefektif Apa Amniaura Dalam Mengobati Asma

amniaura.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Seefektif Apa Amniaura Dalam Mengobati Asma. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Seefektif Apa Amniaura Dalam Mengobati Asma

Untuk mendapatkan hasil yang efektif, dokter perlu menyesuaikan pengobatan dengan gejala-gejala asma yang muncul. Selain itu, pasien juga harus menjalani pemeriksaan secara rutin (minimal sekali dalam setahun) untuk memastikan pengobatannya cocok dan penyakit asma telah berada dalam kendali. Terkadang pasien membutuhkan tingkat pengobatan yang lebih tinggi pada jangka waktu tertentu.

Rencana penanganan asma
Informasi mengenai obat-obatan harus disertakan di dalam rencana penanganan asma. Rencana penanganan ini juga bisa membantu Anda mengetahui kapan gejala bisa memburuk dan langkah apa yang harus diambil. Setidaknya sekali dalam setahun, rencana penanganan asma tersebut harus Anda tinjau ulang bersama dokter. Bahkan peninjauan secara lebih berkala perlu dilakukan jika gejala asma telah mencapai tingkat parah.

Anda mungkin akan disarankan untuk membeli peak flow meter (PFM) atau alat pengukur aliran ekspirasi puncak sebagai bagian dari pengobatan. Dengan cara ini Anda dapat memonitor asma Anda sendiri sehingga dapat mengetahui serangan asma lebih dini dan mengambil langkah penanganan yang perlu.

Obat-obatan asma yang disarankan
Biasanya obat-obatan asma diberikan melalui alat yang disebut inhaler (obat hirup untuk asma). Alat ini dapat mengirimkan obat ke dalam saluran pernapasan secara langsung dengan cara dihirup melalui mulut. Menggunakan obat asma dengan cara dihirup dinilai efektif karena obat tersebut langsung menuju paru-paru. Kendati begitu, tiap inhaler bekerja dengan cara yang berbeda. Biasanya dokter akan mengajari Anda cara menggunakan alat tersebut dan melakukan pemeriksaan setidaknya sekali dalam setahun.

Selain inhaler, ada juga yang disebut sebagai spacer. Ini merupakan wadah dari logam atau plastik yang dilengkapi dengan corong isap di satu ujungnya dan lubang di ujung lainnya untuk dipasangkan inhaler. Saat inhaler ditekan, obat akan masuk ke dalam spacer dan dihirup melalui corong spacer itu sendiri. Spacer juga dapat mengurangi risiko sariawan di mulut atau tenggorokan akibat efek samping dari obat-obatan asma yang dihirup.

Spacer mampu meningkatkan jumlah obat-obatan yang mencapai paru-paru dan mengurangi efek sampingnya. Beberapa orang bahkan merasa lebih mudah memakai spacer ketimbang inhaler saja. Pada kenyataannya karena dapat meningkatkan distribusi obat ke dalam paru-paru, penggunaan spacer sering disarankan.Sebagai bagian dari penanganan asma yang baik, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa dokter atau apoteker mengajari cara menggunakan inhaler dengan benar.

Ada dua jenis inhaler yang digunakan dalam penanganan penyakit asma, yaitu:

Amniaura Inhaler pereda. Inhaler pereda digunakan untuk meringankan gejala asma dengan cepat saat serangan sedang berlangsung. Biasanya inhaler ini berisi obat-obatan yang disebut short-acting beta2-agonist atau beta2-agonist yang memiliki reaksi cepat (misalnya terbutaline dan salbutamol). Obat ini mampu melemaskan otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang menyempit. Dengan begitu, saluran pernapasan dapat terbuka lebih lebar dan membuat pengidap asma dapat bernapas kembali dengan lebih mudah. Obat-obatan yang terkandung di dalam inhaler pereda jarang menimbulkan efek samping dan aman digunakan selama tidak berlebihan. Inhaler pereda tidak perlu sering digunakan lagi jika asma sudah terkendali dengan baik. Bagi pengidap asma yang harus menggunakan obat ini sebanyak lebih dari tiga kali dalam seminggu, maka keseluruhan penanganan perlu ditinjau ulang.

Amniaura Inhaler pencegah. Selain dapat mencegah terjadinya serangan asma, inhaler pencegah juga dapat mengurangi jumlah peradangan dan sensitivitas yang terjadi di dalam saluran napas. Biasanya Anda harus menggunakan inhaler pencegah tiap hari untuk sementara waktu sebelum merasakan manfaatnya secara utuh. Anda juga mungkin akan membutuhkan inhaler pereda untuk meredakan gejala saat serangan asma terjadi. Namun jika Anda terus-menerus membutuhkan inhaler pereda tersebut, maka penanganan Anda harus ditinjau ulang secara keseluruhan. Umumnya pengobatan pencegah disarankan jika Anda mengalami serangan asma lebih dari dua kali dalam seminggu, harus menggunakan inhaler pereda lebih dari dua kali dalam seminggu, atau terbangun pada malam hari sekali atau lebih dalam seminggu akibat serangan asma. Inhaler pencegah biasanya mengandung obat-obatan steroid seperti amniaura budesonide, beclometasone, mometasone, dan fluticasone. Merokok dapat menurunkan kinerja obat ini.

Jika asma tidak kunjung mereda oleh pengobatan di atas, dokter bisa meningkatkan dosis inhaler pencegah. Jika langkah ini tidak juga dapat mengendalikan gejala asma, biasanya dokter akan memberikan Anda tambahan obat yang disebut long-acting reliever atau obat pereda asma reaksi lambat (long-acting bronchodilator/long-acting beta2-agonist atau LABA). Khasiatnya sama dengan obat pereda reaksi cepat, hanya saja kinerjanya butuh waktu yang lebih lama dan efeknya bisa bertahan hingga 12 jam. Contoh inhaler pereda reaksi lambat adalah salmeterol dan formoterol.

Dikarenakan LABA juga tidak meredakan peradangan pada saluran napas penderita asma, obat ini dapat memperparah asma sembari menyembunyikan gejalanya. Hal ini meningkatkan kemungkinan serangan asma parah yang mungkin membahayakan jiwa penderita. Oleh karena itu selalu gunakan inhaler kombinasi atau inhaler yang dikombinasikan dengan steroid inhalasi dan bronkodilator jangka panjang dalam satu perangkat.

Efek samping inhaler pereda dan pencegah
Selama penggunaannya tidak melebihi dosis, inhaler pereda merupakan pengobatan yang aman yang tidak memiliki banyak efek samping. Efek samping yang mungkin muncul dalam penggunaan dosis tinggi di antaranya adalah sakit kepala, kram otot, dan sedikit gemetar (tremor) pada tangan. Efek samping tersebut biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit.

Sama seperti inhaler pereda, penanganan asma dengan inhaler pereda juga terbukti sangat aman pada dosis reguler. Efek samping biasanya terjadi pada penggunaan dosis tinggi dan dalam penggunaan jangka panjang. Efek samping tersebut adalah infeksi jamur di dalam mulut atau tenggorokan yang disebut juga sebagai kandidiasis oral. Efek samping lainnya adalah suara Anda menjadi serak. Namun efek samping ini bisa dicegah jika Anda menggunakan spacer. Selain itu, dianjurkan untuk berkumur dengan air bersih setelah menggunakan inhaler pencegah.

Untuk penggunaan inhaler pereda reaksi lambat, efek samping yang mungkin muncul adalah sakit kepala, kram otot, dan sedikit gemetar pada tangan. Dokter biasanya akan menjelaskan kepada Anda mengenai manfaat dan risiko dari pengobatan tersebut. Biasanya kondisi Anda akan dipantau diawal pengobatan dan ditinjau ulang secara rutin. Jika penggunaan inhaler pereda reaksi lambat tidak kunjung meredakan asma Anda, hentikan secepatnya.

Langkah penanggulangan serangan asma dengan inhaler
Jika tiba-tiba gejala asma Anda kambuh, lakukan tiga hal utama berikut. Yang pertama adalah segera keluarkan inhaler jenis pereda dan isap sebanyak 1 atau 2 kali. Setelah itu, lakukan langkah kedua dengan cara duduk tenang dan cobalah bernapas secara stabil. Apabila gejala asma masih belum mereda, maka lakukan langkah ketiga dengan cara mengisap inhaler Anda kembali sebanyak 2 kali (atau hingga 10 kali jika diperlukan) tiap dua menit sekali.

Apabila seluruh langkah tersebut tetap tidak meredakan gejala asma dan Anda khawatir kondisi bisa menjadi lebih buruk, maka segera telepon ambulans atau minta orang-orang di sekeliling Anda untuk membawa Anda ke rumah sakit. Sebelum Anda benar-benar mendapatkan penanganan rumah sakit, ulangi terus langkah ketiga.

Baca Juga :Amniaura Bermanfaat Obati Kutil Kelamin

Obat-obatan asma lainnya
Selain dengan inhaler, penanganan asma juga bisa dilakukan dengan obat-obatan seperti:

Steroid oral. Tablet steroid mungkin akan diresepkan dokter jika asma Anda masih belum bisa dikendalikan. Pengobatan ini biasanya dipantau oleh dokter spesialis paru yang menangani penderita asma karena jika digunakan secara jangka panjang (misalnya lebih dari tiga bulan), berisiko menyebabkan efek samping tertentu, seperti hipertensi, kenaikan berat badan, otot melemah, pengeroposan tulang, kulit menipis dan mudah memar. Selain itu, efek samping yang lebih serius yang bisa saja terjadi adalah katarak dan glaukoma. Oleh karena itu pengobatan dengan steroid oral hanya dianjurkan jika Anda telah melakukan cara pengobatan lainnya, namun belum berhasil. Sebagian besar orang hanya perlu menggunakan steroid oral selama 1-2 minggu dan sebagai obat tambahan untuk menangani infeksi tambahan (seperti infeksi pada paru). Biasanya mereka akan kembali ke pengobatan sebelumnya setelah asma dapat dikendalikan. Sebaiknya Anda rutin memeriksakan diri agar terhindar dari osteoporosis, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Tablet theophylline. Obat yang bisa difungsikan sebagai obat pencegah gejala asma ini bekerja dengan cara membantu melebarkan saluran napas dengan melemaskan otot-otot di sekelilingnya. Pada sebagian orang, tablet theophylline diketahui menyebabkan efek samping, seperti mual, sakit kepala, muntah, insomnia,dangangguan perut. Namun hal ini biasanya dapat dihindari dengan penyesuaian dosis.

Tablet leukotriene receptor antagonist (montelukast). Obat ini bekerja dengan cara menghambat bagian dari reaksi kimia yang menyebabkan radang di dalam saluran pernapasan. Sama seperti theophylline, obat ini digunakan untuk mencegah gejala asma. Leukotriene receptor antagonist dapat menimbulkan efek samping berupa sakit kepala dan gangguan perut.

Ipratropium. Meski lebih banyak diresepkan pada kasus bronkitis kronis dan emfisema, ipratropium juga bisa digunakan untuk menanggulangi serangan asma. Obat ini mampu memperlancar aliran pernapasan dengan cara melemaskan otot-otot saluran pernapasan yang mengencang ketika gejala asma kambuh.

Omalizumab. Obat ini mampu menurunkan risiko terjadinya peradangan saluran pernapasan dengan cara mengikat salah satu protein yang terlibat di dalam respons imun dan mengurangi kadarnya pada darah. Umumnya, omalizumab direkomendasikan bagi penderita yang menderita asma karena alergi dan sering mengalami serangan asma. Sebagai obat yang biasanya hanya diresepkan oleh dokter spesialis, omalizumab diberikan dengan cara disuntikkan tiap 2-4 minggu sekali. Penggunaan omalizumab harus dihentikan jika obat ini tidak berhasil mengendalikan asma dalam kurun waktu enam belas minggu.

Bronchial thermoplasty. Ini merupakan prosedur pengobatan asma baru yang masih terus diteliti dan belum tersedia di Indonesia. Dalam beberapa kasus, prosedur ini digunakan untuk mengobati asma parah dengan cara merusak otot-otot sekitar saluran napas yang dapat mengurangi penyempitan pada saluran pernapasan. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa prosedur ini dapat mengurangi serangan asma dan memperbaiki kualitas hidup penderita asma parah. Kendati begitu, keuntungan maupun kerugian secara jangka panjangnya belum sepenuhnya diketahui.

Metode pengobatan yang sifatnya pelengkap
Latihan pernapasan merupakan metode pelengkap pengobatan penyakit asma yang paling disarankan. Dan ada bukti bahwa metode ini dapat mengurangi gejala asma serta kebutuhan obat-obatan pereda pada sebagian orang. Latihan pernapasan bisa meliputi yoga, teknik pernapasan Buteyko, dan teknik pernapasan yang diajarkan fisioterapis.

Selain latihan pernapasan, metode pengobatan pelengkap lainnya adalah:

  • Akupunktur
  • Obat herbal tradisional Tiongkok
  • Homeopati
  • Terapi suplemen oral
  • Hipnosis
  • Terapi Ionisasi
  • Chiropractic

Walau demikian, di antara semua pengobatan pelengkap yang telah disebutkan, hanya latihan pernapasan yang terbukti efektif mengurangi gejala dan kebutuhan penderita akan obat asma. Untuk terapi pelengkap lainnya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut akan efeknya terhadap penyakit asma.

Amniaura Bermanfaat Obati Kutil Kelamin Amniaura Bermanfaat Obati Kutil Kelamin

amniaura.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Amniaura Bermanfaat Obati Kutil Kelamin. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Amniaura Bermanfaat Obati Kutil Kelamin

Kutil kelamin tidak perlu diobati bila tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Bahkan pada beberapa kasus, kutil kelamin dapat hilang dengan sendirinya. Namun bila penderita merasa gatal, nyeri atau sensasi terbakar pada kelamin, dokter dapat meresepkan obat dalam bentuk krim/salep, seperti asam trikloroasetat. Obat ini bekerja dengan membakar kutil kelamin, dan bisa digunakan pada kutil di kelamin bagian dalam. Efek samping obat ini meliputi iritasi kulit dan nyeri pada kulit.

Selain menggunakan obat, dokter juga dapat menyarankan prosedur bedah untuk mengobati kutil kelamin. Bedah akan disarankan pada pasien yang tidak respons dengan pemberian obat-obatan di atas, atau pada kutil kelamin berukuran besar. Sejumlah prosedur bedah untuk kutil kelamin meliputi:

Eksisi. Dalam metode eksisi, kutil akan dipotong dan dibuang menggunakan pisau bedah. Prosedur ini umumnya menimbulkan efek samping berupa nyeri yang timbul setelah bedah.

Electrocautery. Electrocautery atau bedah listrik adalah metode bedah yang menggunakan listrik untuk membuang jaringan abnormal, termasuk kutil kelamin. Metode ini juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan setelah operasi, dan mencegah infeksi.

Krioterapi. Kutil kelamin dapat dihilangkan dengan krioterapi, yaitu prosedur yang menggunakan nitrogen cair dengan suhu minus 195 derajat Celsius. Krioterapi cukup efektif untuk menghilangkan kutil berukuran kecil. Namun bila ukuran kutil kelamin cukup besar, dokter akan menjalankan krioterapi hingga beberapa kali. Pada umumnya, 50-60 persen kutil hilang setelah 3-4 kali krioterapi.Meskipun dapat menghilangkan kutil, krioterapi tidak menjamin kutil hilang sepenuhnya. Pada beberapa kasus, kutil kelamin dapat tumbuh kembali.

Bedah laser. Bedah laser umumnya digunakan untuk mengangkat kutil yang sulit dihilangkan dengan prosedur lain. Dalam prosedur ini, laser digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah di dalam kutil, sehingga kutil mati dan dapat diangkat. Laser juga digunakan untuk membunuh virus penyebab kutil.Bedah laser dapat digunakan untuk menghancurkan kutil yang sulit dicapai, misalnya di uretra (saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh). Efek samping yang timbul akibat bedah laser bisa berupa terbentuknya jaringan parut di area yang dibedah.

Perlu diingat, jangan merokok selama menjalani pengobatan kutil kelamin dengan obat Amniaura. Beberapa penelitian menunjukkan hasil pengobatan yang lebih baik pada penderita yang tidak merokok. Pasien juga disarankan tidak menggunakan losion atau sabun mandi yang mengandung parfum, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Selain itu, tunda hubungan seks atau kenakan kondom saat berhubungan seks, hingga kutil kelamin hilang.

Komplikasi Kutil Kelamin
Bila tidak ditangani, kutil kelamin dapat tumbuh membesar dan lebih sulit untuk dihilangkan. Di samping itu, risiko menginfeksi pasangan seksual juga akan lebih besar.

Beberapa jenis virus HPV juga berisiko memicu pertumbuhan sel kanker di dalam serviks. Selain kanker serviks, penderita juga dapat terserang kanker vulva, kanker anus, kanker penis, serta kanker mulut dan tenggorokan.

Komplikasi lain yang dapat terjadi akibat kutil kelamin adalah gangguan dalam masa kehamilan. Kutil kelamin yang membesar bisa membuat penderitanya sulit buang air kecil, serta dapat mengurangi peregangan vagina saat proses bersalin. Bahkan, kutil kelamin pada vagina atau vulva dapat mengalami perdarahan saat melahirkan.

Meskipun jarang terjadi, bayi yang lahir dari ibu dengan kutil kelamin dapat terinfeksi kutil di tenggorokannya. Pada kasus tersebut, operasi harus dilakukan agar sistem pernapasan bayi tidak tersumbat oleh kutil.