ramuan jaman dulu

Metode Pengobatan Zaman Dulu – Pada zaman dulu banyak orang yang tidak mengenal dokter bahkan memiliki metode pengobatan yang sangat jauh berbeda dengan saat ini. Berikut ini adalah beberapa metode mengerikan yang di lakukan zaman dulu

1. Lintah untuk berbagai jenis penyakit
Siapa yang tidak jijik dengan lintah? Sekarang bayangkan, bagaimana rasanya jika hewan itu menempel di kulitmu? Menjijikan bukan? Entah apa sebabnya, tetapi orang-orang terdahulu sering menggunakan lintah sebagai obat untuk segala penyakit. Mulai dari masalah sepele seperti jerawat, sampai penyakit serius seperti kanker, epilepsi, tuberkulosis, diabetes, dan pasien koma.

Nah, karena air liur lintah mengandung senyawa anestesi, para pasien tidak merasakan sakit apa pun saat darahnya disedot oleh hewan tersebut. Metode satu ini populer sejak zaman Mesir dan Yunani Kuno. Bahkan banyak orang yang menggunakannya selama ribuan tahun, sebelum akhirnya dihentikan pada abad ke-19.

Metode Pengobatan Zaman Dulu

2. Sirup heroin untuk meredakan batuk pada anak-anak
Heroin jelas merupakan barang terlarang di hampir semua negara dunia. Mereka yang kedapatan mengonsumsi atau mengedarkan barang terlarang ini akan diganjar dengan hukuman penjara selama bertahun-tahun. Namun, siapa sangka, kalau di tahun 1895, heroin dipasarkan secara legal di Jerman sebagai obat batuk. Lebih parahnya lagi, obat ini diperuntukkan bagi anak-anak.

Heroin sendiri ditemukan pertama kali pada tahun 1870, oleh seorang peneliti kimia berkebangsaan Inggris bernama Charles Romley Alder Wright. Selang 10 tahun kemudian, Wright memperkenalkannya dengan nama diamorfin dan menggunakannya sebagai pengganti morfin.

Pada tahun 1895, seorang ahli kimia Jerman menemukan makalah Wright tentang heroin dan memperlihatkannya ke sebuah perusahaan obat Jerman. Merasa bahwa “obat” ini jauh lebih efektif ketimbang morfin biasa, perusahaan tersebut mulai memasarkannya dalam bentuk obat batuk.

Sayangnya, penggunaan heroin pada obat batuk membuat banyak orang kecanduan dan mengonsumsinya dalam jumlah yang lebih besar dari waktu ke waktu. Obat batuk berbahaya ini berhenti dipasarkan tahun 1913. Akhirnya penggunaan heroin benar-benar dilarang oleh Food and Drugs Administration (FDA) pada tahun 1924.

Baca Juga : Jenis Batu Kristal untuk Pengobatan

3. Malaria untuk sifilis
Di akhir abad ke-19, penyakit sifilis adalah sesuatu yang menakutkan. Mengapa demikian? Ini karena ilmu kedokteran yang belum semaju sekarang dan obat-obatan yang terbatas membuat nasib para penderitanya sering kali berakhir tragis.

Bagaimana tidak, dulu, penderita sifilis sengaja ditulari malaria untuk menyembuhkan penyakitnya. Metode ini awalnya bermula dari seorang psikiater Austria yang bernama Julius Wagner Jauregg. Pada tahun 1917, ia menemukan bahwa demam yang disebabkan oleh malaria menurutnya bisa membantu penderita sifilis.

Sejak saat itu, para dokter berlomba-lomba menginfeksi pasien sifilis dengan malaria. Tentu saja metode ini tidak memberikan hasil yang baik dan tidak dilakukan dengan landasan ilmu medis yang akurat. Alih-alih sembuh, banyak pasien sifilis yang meninggal setelah menjalani pengobatan.

Semua mimpi buruk ini baru berakhir tahun 1943, ketika seorang dokter asal Skotlandia bernama Alexander Fleming memperkenalkan penisilin, antibiotik yang dapat membunuh bakteri, termasuk yang menyebabkan penyakit sifilis.